![]() |
| Kehidupan Jemaat seperti sebuah Orkestra |
A. Pendahuluan
Salah satu penyakit zaman sekarang adalah membandingkan diri. Remaja melihat teman yang lebih cantik, lebih tampan, lebih pintar, lebih populer atau mempunyai lebih banyak pengikut di media sosial. Orang dewasa melihat tetangga yang rumahnya lebih bagus, mobilnya lebih baru, pekerjaannya lebih baik atau anaknya lebih berhasil.
Akhirnya muncul pertanyaan: Mengapa hidup saya tidak seperti hidup mereka?
B. Tafsiran
Paulus dalam Galatia 6 mengingatkan setiap orang untuk menguji pekerjaannya sendiri. Artinya, ukuran kehidupan Kristen bukanlah: Apakah saya lebih hebat daripada orang lain? Tetapi: Apakah saya setia menjalani panggilan Tuhan
Membandingkan diri secara terus-menerus dapat menghasilkan dua hal. Pertama, kesombongan ketika kita merasa lebih baik. Kedua, rendah diri ketika kita merasa lebih buruk. Keduanya sama-sama berbahaya.
C. Makna Alkitabiah
Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing. Tidak semua orang dipanggil menjadi pemimpin. Tidak semua menjadi pengusaha. Tidak semua menjadi akademisi. Tidak semua memiliki kekayaan yang sama. Nilai manusia tidak ditentukan oleh posisi sosial. Identitas kita terutama berasal dari hubungan kita dengan Allah.
D. Makna Filosofis
Jika kebahagiaan kita bergantung
pada keberhasilan orang lain, maka kita tidak pernah benar-benar tenang.
- Selalu ada orang yang lebih kaya.
- Selalu ada orang yang lebih pintar.
- Selalu ada orang yang lebih muda.
- Selalu ada orang yang lebih terkenal.
Karena itu, kehidupan yang sehat
bukan kehidupan yang selalu menang dibandingkan orang lain, melainkan kehidupan
yang mampu menghargai diri dan mensyukuri panggilan sendiri.
D. Makna Rohaniah
Pertanyaan penting bukan: Mengapa saya tidak seperti dia?, Tetapi: “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki saya lakukan dengan kehidupan yang Engkau berikan?”
E. Ilustrasi
Di dalam sebuah orkestra, biola tidak perlu iri kepada trompet. Trompet tidak perlu menjadi biola. Drum tidak perlu menjadi piano. Masing-masing mempunyai fungsi. Jika semua alat musik ingin menghasilkan suara yang sama, musik justru menjadi kacau. Demikian juga jemaat. Tuhan memakai manusia dengan kemampuan yang berbeda untuk membangun kehidupan bersama.
F. Implikasi bagi Jemaat
- Bagi remaja: jangan mengukur harga diri berdasarkan likes, followers
atau penampilan.
- Bagi orang tua: jangan membandingkan anak dengan saudara atau teman
sekelasnya.
- Bagi pasangan: jangan membandingkan pasangan dengan keluarga lain.
- Bagi jemaat: jangan mengukur keberhasilan pelayanan hanya berdasarkan
apa yang dimiliki jemaat lain.
Belajarlah berkata:
Tuhan, terima kasih untuk kehidupan yang Engkau percayakan kepada saya.
G. Pertanyaan Refleksi
- Siapa yang sering saya jadikan pembanding?
- Apakah saya pernah membuat orang lain merasa rendah karena membandingkannya?
- Apa tiga hal yang dapat saya syukuri dari kehidupan saya?
- Apa panggilan Tuhan bagi saya saat ini?
H. Kesimpulan
Kita tidak perlu menjadi orang lain agar berharga. Kita berharga karena Tuhan menciptakan dan mengasihi kita.





.webp)
.webp)